Silicon Power memperkenalkan hard disk portabel baru yaitu Armor A70 menyusul pendahulunya Armor A50. Perangkat hard drive A70 ini memenuhi persyarat
Silicon Power memperkenalkan hard disk portabel baru yaitu Armor A70 menyusul pendahulunya Armor A50.
Perangkat hard drive A70 ini memenuhi persyaratan dengan level militer Amerika MIL-STD-810F 516.5 prosedur IV (Transit drop test) dan test tahan air IEC529 IPX7.
Perangkat ini dapat menahan berbagai macam goncangan dan getaran dan juga tahan debu dan tekanan.
Silicon Power Armor A70 datang dengan ukuran kapasitas 250GB, 320GB, 500GB dan 640GB serta menggunakan interface USB 2.0 dan memiliki lampu indikator status LED. Hard disk ini juga dilengkapi software widget dengan 7 fungsi proteksi dan backup.
Kecepatan transfernya cukup oke 480Mbits/sec.
Spesifikasi Produk:
- Dimension: 139.45 x 85.7 x 18.1mm
- Weight: 250 grams
- Interface: USB 2.0 / 1.1
- Transfer speed: Max. 480 Mbps (USB 2.0 Mode) Max. 12 Mbps (USB 1.1 Mode)”
- Power requirement: DC5V (power supplied through USB)
- Supported operating systems: Windows 7, Windows Vista, WinXP, Win2000, Mac 10.3.X above, Linux 2.6.X above
- Operation temperature: 5℃~ 55℃
- Storage temperature: -40℃~ 70℃
- Capacities: 640GB, 500GB, 320GB, 250GB
- Colors: Mysterious red / black
- 2-year warranty
Sumber: itechnews.com & http://www.silicon-power.com/news/new_view.php?no=20100331001&start=0&currlang=utf8
Informasi tentang prosesor mereka dengan fabrikasi 32 nm sudah beredar beberapa bulan silam. Kini Intel sudah mulai memasarkan prosesor dengan proses fabrikasi 32 nm tersebut.
Core i5 661
Walaupun masih mengenakan nama Core i5, Core i5 661 (kode nama Clarkdale) sebenarnya memiliki perbedaan yang tidak terlalu banyak dengan Core i5 terdahulu yang menggunakan nama sandi (code name) Lynnfield. Perbedaan yang paling terlihat adalah Core i5 661 merupakan sebuah prosesor dual-core sedangkan Core i5 750 merupakan prosesor yang memiliki empat inti (quad-core sebagaimana prosesor lainnya yang tergabung dalam jajaran prosesor bernamasandi Clarkdale). Selain itu, inilah prosesor pertama yang berhasil mengintegrasikan pengolah grafis ke dalam “rumah” prosesornya. Selebihnya adalah sama karena baik Lynnfield maupun Clarkdale masih dibangun di atas arsitektur Nehalem.
Seperti yang terlihat pada tampilan fisik prosesor baru ini, di balik IHS-nya terdapat dua buah inti, yang satu adalah inti prosesor, sementara satunya lagi adalah inti dari pengolah grafisnya.
KeistimewaanYa, inilah keistimewaan prosesor 32 nm terbaru dari Intel, lengkapnya simak tabel berikut ini:
| Model | Kecepatan | Cores/ Threads | Turbo Boost | L3 Cache | Dukungan Memori (DDR3) | Kecepatan Pengolah Grafis Terintegrasi | TDP |
| Core i5-670 | 3,46 GHz | 2/4 | 3,73 GHz | 4 MB | 1333 MHz | 733 MHz | 73 W |
| Core i5-661 | 3,33 GHz | 2/4 | 3,60 GHz | 4 MB | 1333 MHz | 900 MHz | 87 W |
| Core i5-660 | 3,33 GHz | 2/4 | 3,60 GHz | 4 MB | 1333 MHz | 733 MHz | 73 W |
| Core i5-650 | 3,20 GHz | 2/4 | 3.46 GHz | 4 MB | 1333 MHz | 733 MHz | 73 W |
| Core i3-540 | 3,06 GHz | 2/4 | - | 4 MB | 1333 MHz | 733 MHz | 73 W |
| Core i3-530 | 2,93 GHz | 2/4 | - | 4 MB | 1333 MHz | 733 MHz | 73 W |
| Pentium G6950 | 2,80 GHz | 2/2 | - | 3 MB | 1066 MHz | 533 MHz | 73 W |
Dengan diletakkannya pengolah grafis di dalam prosesor, secara tidak langsung jumlah inti prosesor akan berkurang karena ditempati oleh inti pengolah grafis tersebut. Namun untuk tetap memiliki kinerja yang dapat diandalkan, Intel membekali jajaran Clarkdale ini dengan kemampuan Hyper-Threading dan Turbo Boost (kecuali untuk Clarkdale “junior” seperti Core i3/tanpa Turbo Boost dan Pentium G6950 yang juga memiliki L3 Cache paling kecil).
Core i5 661 yang kami uji di sini memiliki keistimewaan tersendiri. Jika Anda perhatikan tabel, Core i5 661 memiliki kecepatan pengolah grafis tercepat dibandingkan saudaranya. Hal tersebut juga berdampak pada TDP-nya yang juga lebih tinggi di antara prosesor Clarkdale lainnya.
Pengolah grafisnya sendiri adalah sebuah Intel GMA dengan dukungan DX10 yang secara spesifikasi mirip dengan GMA X4500 yang terintegrasi di chipset Intel G41.
Perbandingan Kinerja Core i5 661 dengan Core i5 750 serta Grafis Core i5 661 dengan Intel G41
Pada pengujian, InfoKomputer menggunakan sistem dengan spesifikasi berikut:
| Prosesor | Core i5 i5-750 (2,67 GHz)
| Core i5 i5-661 (3,33 GHz)
| Core 2 Duo E7300 (3,33 GHz) | |
| HSF | Intel box standard cooling | |||
| Motherboard | MSI P55-GD80 | Intel DH55TC | ASRock G41M-S | |
| Memori | Kingston DDR3-1066 1GB (SPD) x 2 | Kingston DDR2-800 1GB (SPD) x 2 | ||
| VGA | Asus Radeon HD 4870 512MB | Intel Integrated Graphics Media Accelerator | ||
| Harddisk | Seagate 7200.11 320GB SATA | |||
| Optic drive | LiteOn SOHD-16P9S DVD-ROM 16x | |||
| PSU | SilverStone OP700 | |||
Di sini kami melakukan dua macam uji. Yang pertama adalah pengujian kinerja murni prosessor yakni Core i5 661 vs Core i5 750. Yang kedua adalah kinerja grafis terintegrasi antara Core i5 661 vs Intel G41.
Sebagai sistem operasi, kami gunakan Windows Vista Ultimate SP2. Ada pun aplikasi uji kami adalah:
- PCMark Vantage Pro 1.0.1.0
- Sisoft Sandra 2009 SP4
- Expression Encoder 3 3.0.1332.0 (video encoding)
- dBpoweramp 13.3 (audio encoding)
- Sysmark 2007 Preview 1.05 (image rendering)
- Cinebench R10 (3D content creation)
- 3DMark Vantage Pro 1.0.1 (performance preset)
- Stalker : Clear Sky Benchmark (3D gaming)
PCMark Vantage Pro 1.0.1.0
Deskripsi: PCMark Vantage sebagian besar menggunakan aplikasi-aplikasi bawaan Windows Vista. Software ini dibagi atas 3 suite: PCMark Suite, Windows Vista Consumer Scenario Suites, dan HDD Suite. Yang digunakan dalam uji ini adalah PCMark Suite yang mewakili sistem secara keseluruhan.
Hasil: Meskipun Core i5 661 memiliki kecepatan yang lebih tinggi, sepertinya Core i5 750 masih diuntungkan dengan banyaknya inti prosesor yang dimilikinya.
| Core i5 750 | 5069 |
| Core i5 661 | 4619 |
Sisoft Sandra 2009 SP4
Deskripsi: SiSoftware Sandra 2009 merupakan penganalisa sistem berbasis Windows. Proses benchmark kami lakukan untuk uji CPU dari sisi arithmatic dan multimedia. Pada modul Benchmarks juga terdapat pilihan bernama Memory Bandwidth. Bila dijalankan, Memory Bandwidth ini akan mengukur bandwidth memori utama sistem. Pengujian ini dibagi menjadi 2, Integer dan Float. Sebagai catatan, ini merupakan pengujian sintetis (tidak menggunakan aplikasi nyata), sehingga belum tentu hasilnya sejalan dengan aplikasi nyata..
Hasil: Sama seperti pada PCMark Vantage, i5 750 masih unggul atas i5 661 pada beberapa pengujian teoritis oleh SiSoft Sandra.
|
| Core i5 750 | Core i5 661 |
| Dhrystone iSSE4.2 | 59,83 GIPS | 41,65 GIPS |
| Whetstone iSSE3 | 34,29 GFLOPS | 35,49 GFLOPS |
| Multimedia Int x8 iSSE4.1 | 95,57 Mpixel/s | 73,32 Mpixel/s |
| Multimedia Float x4 iSSE2 | 59,48 Mpixel/s | 56,69 Mpixel/s |
| Multimedia Double x2 iSSE2 | 30,33 Mpixel/s | 31,29 Mpixel/s |
| RAM Int Buffered iSSE2 | 12,59 GB/s | 10,55 GB/s |
| RAM Float Buffered iSSE2 | 12,55 GB/s | 10,54 GB/s |
Expression Encoder 3 3.0.1332.0
Deskripsi: Dengan bantuan software ini, kami mengkonversi sebuah file video dengan ekstensi avi menjadi ekstensi wmv.
Hasil: Pada uji encoding video, Core i5 750 masih diuntungkan dengan empat inti yang dimilikinya. Perbedaan kinerjanya cukup jauh.
| Core i5 750 | 419 detik |
| Core i5 661 | 508 detik |
dbPowerAmp 13.3
Deskripsi: Mengukur kinerja prosesor dalam melakukan konversi audio
Hasil: Untuk pertama kalinya, di sini Core i5 661 unggul atas Core i5 750. Tampaknya, program konversi ini lebih mementingkan kecepatan dibandingkan jumlah inti prosesor.
| Core i5 750 | 101 detik |
| Core i5 661 | 81 detik |
Sysmark 2007 Preview 1.05
Deskripsi: Software uji yang bertujuan mengukur kinerja sebuah sistem secara keseluruhan. Pengujian dilaksanakan menggunakan aplikasi-aplikasi nyata dan populer beserta model penggunaan yang dinilai mewakili sebagian besar pengguna. Aplikasi yang digunakan antara lain Windows Media Encoder 9, Photoshop CS2, Word 2003, dan 3DS Max 8.0. SYSmark 20 07 Preview dibagi atas 4 skenario penggunaan yakni: E-Learning, Video Creation, Office Productivity, dan 3D Modeling. Masing-masing menunjukkan kinerja sistem pada skenario penggunaan bersangkutan. Sementara hasil Rating SYSmark 2007 Preview menunjukkan kinerja sistem secara keseluruhan.
Hasil: terlihat bahwa Core i5 661 unggul atas Core i5 750 pada beberapa tes dan pada akhirnya keluar sebagai prosesor yang lebih cepat pada uji Sysmark 2007 ini. Lagi-lagi, sepertinya kecepatan i5 661 banyak membantu dalam aplikasi yang belum benar-benar mampu memanfaatkan multi-core.
|
| Core i5 750 | Core i5 661 |
| E-Learning | 179 | 195 |
| VideoCreation | 205 | 187 |
| Productivity | 118 | 120 |
| 3D | 184 | 200 |
| Rating | 168 | 172 |
Cinebench R10
Deskripsi: Software ini didasarkan pada Cinema 4D – software animasi yang banyak digunakan pada studio dan rumah produksi dalam pembuatan content 3D. Cinebench R10 menguji kinerja sistem dalam me-render konten 3D. Pengujian yang digunakan dikhususkan pada rendering menggunakan prosesor multi-core .
Hasil: Seperti dugaan, jika aplikasi mampu menggunakan kemampuan multi-core secara optimal, i5 750 dengan empat intinya maju di depan meninggalkan i5 661.
| Core i5 750 | 10708 CB-CPU |
| Core i5 661 | 8679 CB-CPU |
3DMark Vantage Pro 1.0.1 (performance preset)
Deskripsi: Bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sebuah sistem DirectX 10 dalam menjalankan game 3D. 3DMark memang tidak menggunakan aplikasi nyata (game 3D sebenarnya). Namun tool ini memiliki sejumlah prinsip yang membantunya memenuhi tujuannya tersebut. Di sini grafis terintegrasi milik Core i5 661 diuji dan dibandingkan dengan solusi grafis terintegrasi yang ada di chipset.
Hasil: Nilai yang diperoleh cukup jauh selisihnya, kami menduga hal ini disebabkan pada sistem yang digunakan (prosesor dan memori) berpengaruh pada hasil keseluruhannya.
| Core i5 661 | P473 |
| Core 2 Duo E7300+G41 | P71 |
Stalker : Clear Sky Benchmark
Deskripsi: Uji kinerja 3D Gaming yang dikeluarkan resmi oleh pengembang game ini. Tool benchmark ini sudah mendukung DX10 secara penuh.
Hasil: Di sinilah terlihat perbedaan kinerja yang cukup nyata antara kedua pengolah grafis terintegrasi. Berbekal kecepatan yang lebih tinggi, Intel GMA pada Core i5 661 mengungguli kartu grafis yang terdapat pada G41.
| Core i5 661 | 5,77fps |
| Core 2 Duo E7300+G41 | 2,29fps |
Kesimpulan
Dari hasil uji, prosesor Core i5 661 memiliki kinerja yang cukup kompetitif dibandingkan dengan Core i5 750. Dengan clock speed yang tinggi serta kemampuan Hyper-Threading, dampak dari hilangnya 50% jumlah inti tidak terlalu besar. Kemampuan pengolah grafisnya memang belum bisa diandalkan untuk gaming serius (walaupun kecepatannya cukup tinggi), tetapi lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari. Solusi pengolah grafis terintegrasi ini juga merupakan nilai tambah yang menarik karena kini dengan jajaran Clarkdale, solusi all-in-one computing dapat terwujud menjadi lebih ringkas.

DFI memasukkan motherboard chipset AMD785G-nya pada jajaran BloodIron yang lebih menyasar entry-level namun tetap menyertakan feature overclock serta solusi hemat daya. Dengan efisiensi daya yang digunakan, chipset AMD785G memang membuat DFI merasa cukup "aman" dengan menggunakan heatsink pasif pada chipset yang terlihat sederhana. Bahkan di area dekat soket prosesor, tidak terlihat heatsink tambahan yang biasa mengelilingi area ini.
Daerah sekitar soket AM3 dilengkapi dengan PWM 4-phase Vcore serta 1-phase digital untuk northbridge. Penggunaan PWM digital diklaim mampu menghasilkan pasokan voltase secara lebih akurat yang diperlukan saat overclocking. Hal ini menjanjikan suhu yang aman serta kestabilan bagi peningkatan sistem saat overclocking.Dari sisi dukungan prosesor, DFI ini mampu bekerja sama dengan prosesor dengan TDP hingga 140 watt (Phenom II X4 965 3,4 GHz). Artinya, sejauh ini fleksiblitas dukungan prosesor telah cukup aman. Sementara itu, memorinya sudah mendukung DDR3 dengan clock 1600 MHz meski pada modus overclock.
Sebagai motherboard dengan feature multimedia definisi tinggi, DFI LanParty BloodIron 785G-M35 dilengkapi dengan beragam koneksi pendukung seperti DVI-D, HDMI, SPDIF optical dan coaxial serta dukungan audio 8 kanal. Hanya sayangnya, port eSATA serta FireWire kali ini tidak disertakan.
Menu BIOS-nya ternyata juga menyediakan fungsi overclock yang terdapat pada opsi Genie BIOS Setting. Hal ini terlihat dari tampilan BIOS yang terdiri dari banyaknya pilihan yang bisa diatur mulai dari CPU, memori, FSB, multiplier dan pengaturan voltase.
Sebagai pendukung disertakan teknologi ABS II (Auto Boost System) yang merupakan pembaharuan dari versi pertama. Dengannya, Anda bisa melakukan overclock secara instan karena bisa mengunduh profile OC yang sudah tersedia atau mengaturnya sendiri dan lalu menyimpannya. Nantinya ketika sistem di-booting pertama kalinya, ABS II akan secara otomatis mendeteksi CPU yang terpasang dan akan meningkatkan efisiensi CPU. Akibatnya, Anda dapat menikmati efisiensi CPU kelas tinggi dengan biaya rendah.
Hasil Uji DFI LanParty BloodIron 785G-M35
Kemampuan overclock yang baik ditunjang dengan menu BIOS yang lengkap dan teknologi ABS II, membuat produk ini cocok bagi yang ingin mengutak-atik sistem.
SYSmark 2007 Preview 1.05
138
SiSoft Sandra 2009 SP4 (Dhrystone ALU)
33,93 GIPS
Cinebench R10
8487 CB-CPU
Encoding Video
8 menit 0 detik
Encoding Audio
2 menit 13 detik
PCMark Vantage Pro 1.0.1.0
4210 PCMarks
3DMark Vantage Pro 1.0.1 (onboard/ASUS Radeon HD 4870)
P390/P7878
STALKER Clear Sky Bench. (avg) (onboard/ASUS Radeon HD 4870)
5,24/58,5 fps
FSB Maksimum
290MHz
Spesifikasi DFI LanParty BloodIron 785G-M35
Tipe prosesor
AMD Sempron/Phenom II TDP hingga 140w (Socket AM3)
Chipset
AMD 785G+SB710
Memori
4 DDR3-800/1066/1333/1600(oc) kanal ganda maks. 16 GB
Kartu grafis
1x PCI Express x16
Slot ekspansi
1x PCIe x1, 2x PCI
Storage
6x SATA, 1x IDE, 1x FDD
RAID
SATA RAID 0, 1, 0+1
Chip suara
Realtek ALC885 (8 kanal)
Chip jaringan
JMicron JMC250 (gigabit)
I/O
1 x PS/2 Keyboard
1 x PS/2 Mouse
1 x HDMI
1 x Optical SPDIF Output
1 x Coaxial SPDIF Output
1 x D-Sub VGA
1 x DVI-D
1 x LAN
4 x USB 2.0
1 x 6 in1 audio
Garansi
2 tahun
Situs Web
www.dfi.com.tw
Harga kisaran*
US$120
*Dinamika Perkasa Jaya (DPJ), (021) 601-2974
*Spectrum Utama, (021) 612-5503
Platform Uji :
Prosesor AMD Phenom II X4 810 2,6 GHz, memori Kingston DDR2-800 2GB/DDR3-1066 2 GB, kartu grafis Asus Radeon HD 4870 512 MB GDDR5, harddisk Seagate Barracuda 7200 RPM 320 GB, PSU Silverstone OP700, onboard share memory 256 MB, Windows Vista Ultimate SP2
Plus : Feature Auto Boost System II; feature CMOS Reloaded; Menu pada Genie BIOS lengkap.
Minus : Tanpa eSATA dan FireWire.
Skor Penilaian
Kinerja : 3,59
Fasilitas : 3,9
Kemudahan : 4,1
Harga : 4,25
Skor Total : 3,88

Antara AMD dan Intel memang saling berkompetisi dalam menghadirkan teknologi CPU yang paling mutakhir. Apalagi kini AMD semakin gerah karena di awal tahun 2010 ini pihak Intel telah memperkenalkan CPU Clarkdale. Sudah bisa dipastikan AMD segera ambil langkah cepat untuk mengejar ketertinggalannya ini.
Produsen pembuat CPU dan GPU tersebut kini bahkan tak tanggung-tanggung karena kabarnya akan segera menghadirkan jajaran processor besutannya untuk bisa memasuki pasar entry-level dengan kisaran harga berkisar 74 USD sampai 169 USD (sekitar 740 ribu sampai 1,7 juta rupiah).Kelima chip terbarunya itu sebagian besar dimaksudkan untuk menyeimbangkan teknologi CPU AMD. Formasi baru ini sendiri terdiri dari 3 CPU Athlon II, serta Phenom X4 11 910e dan 555 Phenom II X2 Black Edition. Peluncuran kelima produk baru ini sendiri akhirnya juga mengubah nama quad-core Athlon II X4 620 menjadi Athlon II X4 630.
Athlon II X4 635 merupakan processor quad-core berkecepatan 2.9GHz, dengan L1 cache 512KB dan L2 cache 2MB.
Untuk model yang kedua, Athlon II X2 255 merupakan processor dual-core berkecepatan 3.1GHz, dengan L1 cache 256KB dan L2 cache 2MB.
Sedangkan model yang terakhir, Athlon II X3 435 yang merupakan processor triple-core berkecepatan 3GHz, L1 dan L2 cache-nya 384KB dan 1.5MB.
Phenom X4 II 910e dan Phenom II X2 555 Black Edition sama-sama memiliki L3 cache 6MB, L2 cache 2MB dan 1MB. Sementara itu, quad-core Phenom II X4 910e berkecepatan 2.6GHz dan L1 cache 512KB, Phenom II X2 555 Black Edition merupakan processor dual-core tercepat saat ini, yang mana berkecepatan 3.2GHz dan L1 cache 256KB.
Kisaran harga dari processor-processor canggih AMD ini :
* Athlon II X4 635 seharga 119 USD (1,2 juta rupiah)
* Athlon II X3 440 seharga 84 USD (840 ribu rupiah)
* Athlon II X2 255 seharga 74 USD (740 ribu rupiah)
* Phenom II X4 910e seharga 169 USD (1,7 juta rupiah)
* Phenom II X2 555 seharga 99 USD (1 juta rupiah)
Sementara itu untuk Athlon II X4 620, yang kini dinamai Athlon II X4 630, dibandrol dengan kisaran harga sekitar 99 USD (sekitar 1 juta rupiah).
Motherboard Big Bang Fuzion keluaran MSI tersebut diaktifkan oleh Hydra LucidLogix 200 paralel processor yang mana bekerja dengan dibekali beberapa GP

Memiliki komputer canggih dan memenuhi segala kebutuhan pemiliknya adalah impian semua orang. Apalagi kalau Anda salah satu orang yang menjadikan komputer sebagai mesin bermain game-game berat, sudah tentu berharap bisa memiliki komputer yang dapat menunjang hobi Anda tersebut.
MSI mencoba mewujudkannya untuk Anda dengan menghadirkan motherboard yang memungkinkan para gamer untuk secara bersamaan menjalankan beberapa GPU dari berbagai merk sekaligus. Sudah tentu ini sesuatu yang lain daripada yang lain. Yang mana selama motherboard hanya dikhususkan menggunakan GPU dari satu produsen saja, kini menjadi lebih bebas bagi para gamer untuk menggunakan beberapa GPU berbeda sesuai dengan keinginan mereka.Motherboard Big Bang Fuzion keluaran MSI tersebut diaktifkan oleh Hydra LucidLogix 200 paralel processor yang mana bekerja dengan dibekali beberapa GPU, CPU ataupun chipset untuk memberikan skalabilitas kinerja grafis 3D multi-GPU di lingkungan komputasi.
“Biaya yang terjangkau, fleksibilitas dan perfoma tetap menentukan atribut di antara para pecinta game yang lebih memilih untuk memodifikasi sistem mereka untuk memenuhi keinginan dengan gaya pribadi dan kebutuhan individual,” jelas CEO LucidLogix, Moshe Steiner.
“Akhirnya, kami memberikan para pecinta game pilihan. Mereka tahu kapan mereka akan siap mengupgrade besok ataupun enam bulan dari sekarang, mereka akan memilih dari teknologi baru di pasaran, terlepas dari vendor chip grafis.”
Steiner menambahkan bahwa Hydra menawarkan solusi generik untuk para game yang haus akan performa hebat yang selama ini terhambat oleh ketidakmampuan untuk mengupgrade mesin mereka ke beberapa GPU.
“Pendekatan baru ini memberikan interoperabilitas antara GPU dan chipset, keseimbangan kecepatan dan beberapa proses GPU yang bekerja secara bersamaan dalam satu frame sebuah permainan, sehingga menyelesaikan kemacetan dan ketergantungan antar-frame sebelum di-render oleh sistem.”
Kabarnya motherboard MSI Big Bang Fuzion yang canggih ini baru akan hadir pada pertengahan bulan Januari 2010. Sayangnya belum disebutkan sama sekali berapa kira-kira kisaran dari motherboard ini.

Sebagai produsen yang handal dalam memproduksi perangkat media penyimpanan, tidak mengherankan kiranya kalau perusahaan yang satu ini terus menelurkan inovasi-inovasi terbaru dalam berbagai produk yang dihasilkannya. Ya, siapa yang tak mengenal Seagate sebagai produsen handal tersebut, pasalnya dikabarkan baru-baru ini Seagate telah meluncurkan perangkat hardisk portabel terbarunya yang diberi nama Seagate BlackArmor PS110 (model ST905003BPA1ES-RK).
Untuk kali ini Seagate telah mengadopsi dukungan antarmuka berkecepatan tinggi USB 3.0 pada perangkat yang ada. Selain itu, Seagate juga telah mengumumkan kalau nantinya Seagate BlackArmor PS110 tersebut akan disertakan pula pada penyelenggaraan hajatan CES 2010.Berkat dukungan antarmuka USB 3.0, perangkat BlackAmor PS110 ini menawarkan kecepatan transfer data sebesar 100MB/s. Dengan demikian ini tentunya memiliki kemampuan tiga kali lebih cepat dibanding perangkat yang hanya berbasis USB 2.0 saja. Dan bagi yang ingin mempergunakannya tak perlu merasa khawatir karena pada dasarnya perangkat drive tersebut ternyata juga kompatibel dengan perangkat USB 2.0.
Beberapa perangkat yang menyertai paket produk yang satu ini diantaranya adalah sebuah hardisk USB 3.0 500GB 2.5-inch, sebuah kabel USB 3.0, kabel USB power dan PC ExpressCard adapter.
Mengenai harga di pasaran, Seagate BlackArmor PS110 ini dibandrol seharga 179,99 USD atau sekitar 1,8 juta rupiah per unitnya. Hm, Anda berminat?
pengunjung ke
supported by
About Me
- smk yapin 02 setu
- setu , bekasi, jawa barat, Indonesia
- kami disini hanyalah seseorang yang menginginkan kemajuan para pengguna internet, untuk memberi ilmu ilmu yang mungkin belum anda ketahui. Jika ada pertanyaan silahkan hubungi kami di smkyapinsetu@ymail.com
Labels
sahabat smk yapin 02 setu
cuaca
traffic
Blog Archive
-
▼
2010
(78)
- ▼ 03/28 - 04/04 (6)
- ► 03/21 - 03/28 (1)
- ► 03/14 - 03/21 (2)
- ► 03/07 - 03/14 (6)
- ► 02/28 - 03/07 (1)
- ► 02/21 - 02/28 (3)
- ► 02/14 - 02/21 (8)
- ► 01/31 - 02/07 (9)
- ► 01/24 - 01/31 (7)
- ► 01/17 - 01/24 (15)
- ► 01/10 - 01/17 (18)
- ► 01/03 - 01/10 (2)
-
►
2009
(36)
- ► 12/27 - 01/03 (36)
Followers